Posted on September 28, 2008 by pondokbahasa
I. “Bausastra Jawa-Indonesia”
1. Mungkin Anda tidak percaya, bahwa kata “Harta/Harto” tidak bisa kita temukan dalam “Bausastra (Kamus) Jawa-Indonesia” (S. Prawiroatmojo) – (Edisi ketiga 1996).
2. Saya hampir tidak percaya, bagaimana mungkin suatu kamus Jawa yang baku pada zaman orde baru (tahun 1996), malahan tidak memuat kata “harta/harto”, padahal kita tahu, “Pak Harto” adalah orang Jawa [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | 1 Komentar »
Posted on September 28, 2008 by pondokbahasa
I. Membangkitkan Rasa Jengah
1. Belakangan ini, pemerintah berusaha mengembangkan pemasukan pajak dengan berbagai cara, antara lain melalui tayangan sosialisasi pajak di layar kaca televisi.
2. Yang paling berkesan bagi saya adalah kalimat, “apa kata dunia?!” yang (rupa-rupanya) dimaksudkan sebagai pembangkit rasa jengah di hati warga negara agar memenuhi kewajiban membayar pajak kepada negara.
3. Diharapkan, para [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | 12 Komentar »
Posted on September 14, 2008 by pondokbahasa
I. “Gampang-gampang Susah”
1. Kata orang: “pasangan kumpul kebo itu memang sudah kawin, tetapi belum nikah”.
2. Kalau ditanya, “apa bedanya KAWIN dengan NIKAH?”, gampang saja orang menjawab, “kawin itu berarti berhubungan seks; nikah itu ikatan suami-istri yang sah menurut hukum adat/sipil/agama”.
3. “Apalagi?”
4. Gampang, KAWIN itu bisa dilakukan manusia maupun hewan, bahkan tumbuh-tumbuhan; NIKAH itu semata-mata [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2008 by pondokbahasa
I. “Panasaran” – “Penasaran”
1. Mungkin Anda pernah menonton film “horror” yang berjudul “The Lost Souls” (= “Arwah Penasaran” atau “Jiwa-jiwa Tersesat” atau “Roh-roh Gentayangan”), yang menceritakan sekelompok remaja yang “mati penasaran” sehingga menjadi “hantu pembalas dendam”.
2. Kalau belum, tidak apa-apa, karena saya cuma mau mengupas kata “penasaran” dan membedakannya dengan “panasaran”.
3. Pasti ada yang [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 14, 2008 by pondokbahasa
I. “Puanaaas!”
1. Boleh coba cari dalam kamus mana pun, Anda tak bisa temukan kata “puanaaas!”, namun kata ini sering kita ucapkan untuk mengekspresikan perasaan “terlalu panas sampai tak tertahankan!” (misalnya, kalau kaki kita tersentuh knalpot motor, atau ketika bibir kita menyentuh cangkir kopi panas).
2. Kita, sadar atau tidak sadar, biasa menyelipkan sisipan “u” untuk [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | 1 Komentar »
Posted on September 13, 2008 by pondokbahasa
Percakapan berikut ini terjadi di Kedai Tempo, Teater Utan Kayu, sekian tahun silam, pada satu senja. Setelah cukup lama ngobrol dan terang matahari mulai melindap, seorang kenalan berkewarganegaraan asing yang lumayan fasih berbahasa Indonesia berkata, “Maaf, ya, saya mau berpulang. Anda masih ingin meninggal di sini?” Senyumnya terkesan sedikit nakal. Saya kira ia ingin [...]
DIarsipkan di bawah: Kamus | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 7, 2008 by pondokbahasa
I. “Calon Independen”
1. Belakangan ini, ramai diperdebatkan soal “calon independent” untuk pemilihan presiden yang akan datang.
2. Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan politik yang memang bukan hobi saya.
3. Saya cuma mau menggunakan kesempatan ini sebagai momentum untuk mengajak masyarakat pengguna Bahasa Indonesia untuk merevisi kembali pemahaman kita mengenai istilah “merdeka” yang ternyata “berantakan tidak [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 7, 2008 by pondokbahasa
I. “Pemiskinan Makna”
1. Suatu kata yang terlalu banyak diobral di pasaran, cepat atau lambat, akan mengalami proses “pemiskinan makna”, dan merosot menjadi “slogan mati” yang diucapkan tanpa dihayati semangatnya.
2. Kata seru “merdeka!” masih nyaring terdengar di tiap kesempatan orang berkumpul ramai-ramai, tetapi kalau ditanya, “apa arti merdeka bagi Anda?”, maka jawaban yang paling gampang, “apa, [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 7, 2008 by pondokbahasa
I. Amnesia Sejarah
1. Mungkin generasi bangsa Indonesia masa kini tidak menyadari (alias lupa) bahwa negara kita pernah berbentuk federal, yakni Negara Republik Indonesia Serikat.
2. “Tahunya” (menurut tafsiran orang banyak yang mengalami amnesia sejarah), rumusan “Bhinneka Tunggal Ika” mengandung keharusan/keniscayaan yang tak memungkinkan adanya alternatif lain daripada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), sehingga bentuk negara federal [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2008 by pondokbahasa
I. Salah Kaprah
TIAP kali kita merayakan “HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”, di mana-mana bermunculan ucapan-ucapan klise yang bermaksud, namun dibahasakan secara kurang pas. Dari kalimat-kalimat yang dimunculkan di spanduk-spanduk, poster-poster, “billboard”, iklan surat kabar, tayangan televisi, kita bisa melihat gejala-gejala kecenderungan masyarakat luas untuk menyamakan/men-sinonimkan “Selamat HUT!” dengan “Dirgahayu!”, seperti jelas tampak dalam kalimat:
1. “Dirgahayu Kemerdekaan [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2008 by pondokbahasa
I. “EWS”
Dalam rangka antisipasi bencana “tsunami”, manusia, antara lain, bisa memasang peralatan “EWS” (“Early Warning System” = Sistem Perangkat Dini). Masyarakat “awam teknologi” mungkin terlalu berharap banyak dari peralatan-peralatan teknologi canggih, sehingga ada sebagian orang yang menuntut agar petugas-petugas BMG (Badan Meteorologi Geofisika) bisa “meramalkan” akan terjadinya gempa/tsunami, padahal EWS itu fungsinya mencatat gejala-gejala awal [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | 1 Komentar »
Posted on September 5, 2008 by pondokbahasa
I. “Deadline”
1. “Deadline” (Bahasa Inggris) = batas waktu atau batas akhir yang ditentukan/diberikan untuk menyelesaikan/melaksanakan tugas tertentu.
2. Biasanya, seseorang diberi kesempatan untuk menunda-nunda menyelesaikan tugas tertentu sampai batas waktu tertentu, namun tak boleh melewati “deadline”-nya yang tak bisa ditawar lagi.
3. Adalah kecenderungan manusiawi untuk menunda-nunda menyelesaikan tugas yang kurang/tidak disukai sampai pada “deadline”-nya.
4. Selama masih [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2008 by pondokbahasa
Coba Anda nyanyikan lagu di atas dengan melodi: “solmi solmi redo, do do solmi solmi redo”, mungkin Anda (orang-orang tua di Bali) tergugah “nostalgia masa kecil”
I. Analisis Lagu “Dolanan” di Atas
1. “Lalung” = telanjang, bugil
2. “Legod” = liuk, jalan me-liuk-liuk goyang kibul, berjalan sambil menggoyang-goyang pantat
3. “Nak” = anak, orang
4. “Malalung” = bertelanjang, berbugil-ria
5. “Caplok” [...]
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »
Posted on September 5, 2008 by pondokbahasa
SEBELUM menjawab “pertanyaan nakal” tersebut di atas, saya (“Pemulung Kata-kata”) mengajak Anda (para “orangtua” yang benar-benar tua maupun yang masih muda) untuk mengupas istilah-istilah yang sering ditimpakan pada ulah anak-anak yang menjengkelkan hati orang-orang sekitarnya.
DIarsipkan di bawah: Etimologi | Ditandai: Kosakata | Leave a Comment »