Apa Bedanya: “Kawin” – “Nikah” – “Married” – “Merit”

I. “Gampang-gampang Susah”

1. Kata orang: “pasangan kumpul kebo itu memang sudah kawin, tetapi belum nikah”.

2. Kalau ditanya, “apa bedanya KAWIN dengan NIKAH?”, gampang saja orang menjawab, “kawin itu berarti berhubungan seks; nikah itu ikatan suami-istri yang sah menurut hukum adat/sipil/agama”.

3. “Apalagi?”

4. Gampang, KAWIN itu bisa dilakukan manusia maupun hewan, bahkan tumbuh-tumbuhan; NIKAH itu semata-mata dikenakan pada manusia.

5. Memang, pembedaan antara KAWIN dan NIKAH itu gampang diterima umum dan sulit dibantah, namun bagi saya (“Pemulung Kata-kata”) yang suka “mengutak-atik” kata-kata dengan analisis etimologis, masalahnya tidak sesederhana itu.

6. Bisa dikatakan, analisis etimologis mungkin membingungkan (bahkan menjengkelkan) orang yang mengira dirinya sudah betul-betul tahu arti tiap kata yang diucapkannya, namun sebaliknya, kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita sering tidak memahami persis makna kata-kata yang kita gunakan, bisa memberi secercah “pencerahan bahasa”, tanpa perlu mempermalukan diri kita sendiri.

II. Analisis Etimologis “KAWIN”

A. “VINI” (Bahasa Sanskerta):

  1. Mengantar pergi.
  2. Membawa pergi.
  3. Melemparkan jauh-jauh.
  4. Mengusir pergi.
  5. Menyuruh pergi.
  6. Mengusir penyakit/bencana.
  7. Melatih kuda.
  8. Menjinakkan kuda.
  9. Mengiring kuda.
  10. Mengajar.
  11. Memberi instruksi.
  12. Mengarahkan, membimbing.
  13. Menghukum.
  14. Menyiksa.
  15. Melaksanakan/menyelesaikan suatu pekerjaan dengan berhasil.

B. Dari kata “VINI” (Bahasa Sanskerta) diturunkan kata “HAWIN/AWIN” (Bahasa Jawa Kuno) yang berarti:

  1. Membawa.
  2. Memikul.
  3. Memanggul.
  4. Mengemban.
  5. Memboyong.

C. Kata “KAWIN” berasal dari “KA-HAWIN” atau “Ka-AWIN” yang pada dasarnya berarti:

  1. Dibawa, diantarkan.
  2. Dipikul.
  3. Dipanggil.
  4. Diemban.
  5. Diboyong.

D. Kata “BINI”, berasal dari “VINI”, jang berarti “istri”, yaitu:

  1. Gadis yang diantar pergi, meninggalkan rumah orangtuanya diboyong dengan upacara resmi, dibawa ke rumah pihak lelaki yang “mengawini”-nya.
  2. Gadis yang “KA-HAWIN”: dipikul dengan tandu, diantar dengan arak-arakan, diboyong dari rumah orangtuanya, diantarkan ke rumah pihak lelaki yang “mengawininya”.
  3. Gadis yang di-KAWIN-i oleh seorang pria.

E. “Vi-VAH” (Bahasa Sanskerta):

  1. Memikul.
  2. Memanggul.
  3. Membawa pergi.
  4. Mengantarkan mempelai perempuan dari rumah orangtuanya ke rumah mempelai pria.
  5. “HAWIN” atau “AWIN” (Bahasa Jawa Kuno).
  6. “Mengawinkan” seorang gadis.

F. “WIWAHA (Bahasa Jawa Kuno) = per-KAWIN-an antara gadis yang “di KAWINi” dan pria yang “meNGAWINi”.

G. Jelas, dengan analisis etimologis, kita tidak menemukan unsur “hubungan seksual” dalam pengertian kata “KAWIN/KAHAWIN”. Justru, aspek sentral dalam kata “per-KAWIN-an” adalah proses diboyongnya mempelai perempuan (dari rumah orangtuanya) ke rumah mempelai pria secara resmi sesuai tatacara adat/agama.

H. Entah bagaimana, proses penyimpangan makna tidak terlacak oleh analisis etimologis, kata “KAWIN” melenceng diartikan sebagai “berhubungan seksual” yang diterapkan pada manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan, sama kelirunya dengan istilah “sanggama”.

III. “SANGGAMA”

A. “SANGGAM” (Bahasa Sanskerta):

  1. Berkumpul, berhimpun.
  2. Bertemu.
  3. Berhubungan, menyatu.
  4. Bertabrakan.
  5. Bertemu secara bersahabat.
  6. Bertemu dalam suasana permusuhan dalam pertempuran/perang.
  7. Bergabung.
  8. Bersekutu.
  9. Menjalin hubungan harmonis.
  10. Bersepakat.
  11. Bersetubuh, berhubungan seksual.

B. SANGGAMA (Bahasa Sanskerta)

  1. Pertemuan.
  2. Perhimpun, persatuan.
  3. Perkumpulan.
  4. Rapat.
  5. Pertemuan dalam suasana bersahabat.
  6. Pertemuan dalam suasana permusuhan dalam pertempuran/perang.
  7. Kontak senjata.
  8. Pergaulan.
  9. Hubungan seksual, persetubuhan.
  10. Harmoni, keselarasan, keserasian, kesesuaian.

C. Di Indonesia, kata “SANGGAMA” sudah dipatok mati dengan arti “persetubuhan, hubungan seksual” se-mata-mata, dengan menyingkirkan semua arti-arti lainnya, sehingga kata “SANGGAMA” menjadi sama nasibnya dengan “KAWIN”

IV. “NIKAH”

A. “NAKAHA” (Bahasa Arab) (kata kerja):

  1. Berkumpul, berhimpun.
  2. Berhubungan seksual, bersetubuh, menyetubuhi.
  3. (Pria) mengawini (seorang gadis) = (pria) menerima (seorang gadis) sebagai istrinya yang sah.
  4. Menjalani hidup perkawinan yang sah menurut agama.

B. NIKAH (Bahasa Arab) (kata benda):

  1. Perkumpulan, perhimpunan.
  2. Hubungan seksual, persetubuhan.
  3. Perjanjian antara pria dan wanita untuk hidup sebagai suami istri dalam perkawinan yang sah menurut agama.
  4. Perkawinan.

V. “Zauwj” – “Zawwaja”

A. “Zauwj” (Bahasa Arab):

  1. Berpasangan.
  2. Berdua menjadi sepasang.
  3. Menyatu dalam ikatan perkawinan.
  4. (Pria) mengawini seorang (gadis).
  5. (Orangtua) memberikan anak gadisnya untuk diboyong ke rumah pihak pria.

B. “ZAUJ” (Bahasa Arab)

  1. Pasangan hidup dalam perkawinan: suami atau istri.
  2. Salah satu dari sepasang (sepatu, sarung tangan).
  3. ZAUJA = istri.

C. “ZIJA” = perkawinan, upacara perkawinan.

D. “WAHDAT az – ZAWAJ” (Bahasa Arab) = monogamy.

E. Mutazawwij (Bahasa Arab) = telah menikah.

F. MIZWAJ = menikah beberapa kali.

G. “ZAWWAJA” = “pernikahan”, yang menjadikan seseorang memiliki pasangan dalam hidupnya.

H. Bertentangan dengan pandangan umum, ternyata dalam kata “NIKAH” (Bahasa Arab) tersirat makna “hubungan seksual, persetubuhan”. Jadi, rumusan “pasangan kumpul kebo itu sudah kawin tetapi belum menikah” itu tidak tepat alias jungkir balik. Mestinya dibalik jadi “pasangan kumpul kebo itu sudah NIKAH tetapi belum KAWIN/KaHAWIN”.

I. Istilah Arab-nya yang lebih umum untuk “perkawinan/Marriage” adalah “ZAUWJ” atau “ZAWWAJA”.

VI. “Married”

A. Masculine (Bahasa Prancis) = Masculinus (Bahasa Latin) = bersifat lelaki/pria/jantan.

B. Marita (Bahasa Latin) = wanita yang bersuami.

C. Maritus (Bahasa Latin) = suami.

D. “Marriage” = perkawinan.

E. “Marry” = menikah, kawin.

F. “Married” = telah menikah, telah terikat perkawinan.

G. Di Indonesia, ada sementara wanita yang sok ke-inggris-inggris-an mengucapkan, “teman saya, Yohanna sudah MERIT (maksudnya “MARRIED”)”.

H. Bahkan ada obat pelangsing yang bermerk “MERIT”, maksudnya (mungkin) “MARRIED”, untuk men-sugesti para wanita lajang bahwa dengan menelan pil pelangsing itu mereka akan gampang menarik para pria untuk menikahi mereka.

VII. “MERIT”

“Merit” (Bahasa Inggris) = “meritum” (Bahasa Latin):

  1. Jasa.
  2. Upah, ganjaran.
  3. Layak/pantas untuk menerima kehormatan/pangkat/penghargaan/pahala/ganjaran atas jasa-jasanya.

Sumber: Koran Tokoh

About these ads

5 Tanggapan

  1. Terima kasih atas informasi ini! Ini informasi yang sangat bagus!

    Boleh tahu darimana sumber etimologi di atas? Saya cari-cari di http://www.cybertokoh.com/ nggak ketemu.

    Trims!

  2. [...] pasif dari kata jawa kuno awin atau ahwin; selanjutnya kata itu berasal dari kata vini dalam Bahasa Sanskerta. (nantinya kata vini melahirkan kata bini atau [...]

  3. Terima kasih banyak atas infonya. Bagi saya ini sangat membantu, terlebih kepada orang-orang yang kadang mensalahartikan bagian-bagian tersebut. Ditunggu info selanjutnya……………………………………

  4. Terima kasih penjelasannya. Postingannya benar-benar membantu, dengan sangat jelas. Saya baru saja disalahpahami soal beda ‘kawin’ dan ‘nikah’, karena sejauh yang saya tau artinya sama–tapi teman-teman buru-buru mengartikannya vulgar dan rasanya tidak plong kalau tidak menjelaskannya. Sekali lagi, terima kasih!

  5. [...] KAWIN itu bisa dilakukan manusia maupun hewan, bahkan tumbuh-tumbuhan; NIKAH itu semata-mata dikenakan pada manusia. http://pondokbahasa.wordpress.com/2008/09/14/apa-bedanya [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: