Salah Kaprah Penggunaan Bahasa Indonesia

Kaprah adalah kata lain untuk lazim. Yang dimaksud salah kaprah adalah kesalahan yang dianggap lazim atau dianggap biasa. Jika penggunaan Bahasa Indonesia secara salah dilakukan berulang-ulang, tanpa ada yang mengoreksi atau mengingatkan, orang akan menganggapnya benar. Terungkap bahwa kasus salah kaprah ini terjadi di banyak kalangan masyarakat, termasuk di media massa Baca lebih lanjut

Olahraga sebagai Dapur Istilah

Agustus atau September, hingga berakhir di bulan Mei tahun berikutnya, adalah masa di mana istilah-istilah bahasa bisa berkembang lewat saduran yang didapat dari sepak bola internasional. Saat itu Liga Inggris, Italia, dan Spanyol, serta Liga Champion Eropa sedang menjalankan tugasnya untuk menghibur pemirsa di Indonesia secara gratis. Kenapa ada penekanan di Indonesia? Ya, karena hanya di negeri ini lebih dari 10 pertandingan sepak bola per pekan bisa disaksikan langsung dari layar kaca. Suatu hal yang bahkan tak bisa dirasakan secara gratis di negeri asal liga yang bersangkutan.

Ini  tentu  belum  ditambah  siaran  langsung  dari  non-sepak bola, seperti Formula I, GP Motor, bola basket NBA, tinju, tenis, dan bulu tangkis. Cabang lainnya juga muncul secara rutin atau insidentil. Baca lebih lanjut

Bahasa Olahraga Kita

Tidak lama setelah menyetorkan naskah berita yang baru selesai saya ketik, seorang bos di tempat saya bekerja mendatangi saya. “Yang you maksud dengan grandfinal ini apa? Kalau babak untuk penentuan juara, cukup final saja,” katanya. “Ini istilah yang dipakai panitia, saya cuma mengutip kata yang mereka pakai,” jawab saya. “Tapi itu salah,” kata si bos berkeras. “Nanti pengertiannya dianggap mereka keliru kalau istilahnya diganti,” jawab saya lagi. Baca lebih lanjut

Bahasa Republika

LAPORAN TIM BAHASA

Edisi  I

 

Tim Bahasa berpendapat proses standardisasi bahasa Republika tak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Perlu waktu panjang dan upaya berulang-ulang, termasuk dalam hal evaluasi dan penegakannya. Demikian halnya dengan inventarisasi bahasa ‘bermasalah’, hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu yang panjang. Baca lebih lanjut

Wartawan dan Buku Gaya

Sekitar 30 ribu karakter/huruf menghias setiap halaman koran Republika. Jumlah ini kira-kira setara 6.000 kata bahasa Indonesia. Jika koran ini terbit 20 halaman saja, maka terdapat kira-kira 600 ribu karakter atau 120 ribu huruf per hari. Sebuah wahana berbahasa yang luar biasa!

Bayangkan, betapa besar peluang terjadinya kekeliruan penulisan kata, ejaan, dan struktur kalimat. Jika wartawan koran ini membuat kesalahan berbahasa, maka ratusan ribu atau jutaan pembaca akan terkena dampaknya. Pembaca yang paham bahasa mungkin hanya akan tersenyum melihat kekonyolan tersebut, tapi sebagian lagi bisa jadi menganggap kekeliruan tersebut sebagai kebenaran (ibarat wilujeng sumping dikira nama jaringan restoran terkenal karena restoran-restoran Sunda memampang kata-kata itu di pintu!). Baca lebih lanjut

Menuliskan Bahasa Lisan (Kasus Bahasa Rakyat Merdeka)

Mengawali diskusi kali ini, saya kutipkan sejumlah judul berita berikut ini:

(1) Amien Rais Takut Sama Megawati

(2) Anak Buah Soeharto Mau Dibunuh

(3) Orang PDIP Nolak Dicincai

(4) Wah, Enak Bener Jadi Presiden

(5) Terbukti Korupsi, Kok Dilepas?

(6) Ini Namanya Kabinet Kapal Keruki

(7) Soeharto, Bagi-bagi Tanahnya Dong

(8 ) Sudahlah Gus, Sampai Sini

(9) Rakyat Ogah Ditipu Dua Kali

(10) Tommy, Uenak Tenan…

(11) Di Atas Kertas Gus Dur Jatuh

(12) Akbar Mau Pimpin Golkar Dari Penjara

(13) Orang Mega Disuap Rp I Miliar

(14) Di Depan Yusril, Amrozy Cengengesan

(15) Panja Sukhoi, Siapa Takut?

(16) Bachtiar Chamsyah Disuruh Keluar Dari PPP

(17) Wanita Misterius Disuruh Ngebom Polda Metro dst… Baca lebih lanjut

Mencari Acuan Bahasa Koran Bahasa Rakyat

Berikut ini disajikan beberapa catatan kecil dalam upaya mencari acuan bagi pemakaian bahasa Indonesia yang baik dalam surat kabar.

1.       Beberapa Pendapat

          Menurut Idris (1987:11), lebih dan 2.000 tahun yang lalu, Confusius berkata: Bahasa yang jelek akan menimbulkan salah pengertian. Salah pengertian akan mengundang pertengkaran. Pertengkaran dapat mengobarkan perang saudara. Idris juga menyatakan berita yang baik ialah berita yang objektif, tidak memihak dan tidak disusupi oleh tafsiran-tafsiran pribadi. Berita harus terpisah dari opini.

          Soren H. Munhof (lihat Idris, 1987:13) mengemukakan rumus penulisan berita dengan apa yang disebutnya Five Star Approach to News Writing yaitu:

a.  accuracy (ketepatan);

b.  brevity (keringkasan);

c.  clarity (kejelasan);

d.  simplicity (kesederhanaan);

e.  sincerity (ketulusan, kesungguhan); Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.