Posted on Agustus 18, 2008 by pondokbahasa
Kaprah adalah kata lain untuk lazim. Yang dimaksud salah kaprah adalah kesalahan yang dianggap lazim atau dianggap biasa. Jika penggunaan Bahasa Indonesia secara salah dilakukan berulang-ulang, tanpa ada yang mengoreksi atau mengingatkan, orang akan menganggapnya benar. Terungkap bahwa kasus salah kaprah ini terjadi di banyak kalangan masyarakat, termasuk di media massa
DIarsipkan di bawah: Salah Kaprah | Ditandai: Ragam Jurnalistik | 4 Komentar »
Posted on Agustus 9, 2008 by pondokbahasa
Agustus atau September, hingga berakhir di bulan Mei tahun berikutnya, adalah masa di mana istilah-istilah bahasa bisa berkembang lewat saduran yang didapat dari sepak bola internasional. Saat itu Liga Inggris, Italia, dan Spanyol, serta Liga Champion Eropa sedang menjalankan tugasnya untuk menghibur pemirsa di Indonesia secara gratis. Kenapa ada penekanan di Indonesia? Ya, karena hanya [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | 3 Komentar »
Posted on Agustus 9, 2008 by pondokbahasa
Tidak lama setelah menyetorkan naskah berita yang baru selesai saya ketik, seorang bos di tempat saya bekerja mendatangi saya. “Yang you maksud dengan grandfinal ini apa? Kalau babak untuk penentuan juara, cukup final saja,” katanya. “Ini istilah yang dipakai panitia, saya cuma mengutip kata yang mereka pakai,” jawab saya. “Tapi itu salah,” kata si bos [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 8, 2008 by pondokbahasa
LAPORAN TIM BAHASA
Edisi I
Tim Bahasa berpendapat proses standardisasi bahasa Republika tak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Perlu waktu panjang dan upaya berulang-ulang, termasuk dalam hal evaluasi dan penegakannya. Demikian halnya dengan inventarisasi bahasa ‘bermasalah’, hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 7, 2008 by pondokbahasa
Sekitar 30 ribu karakter/huruf menghias setiap halaman koran Republika. Jumlah ini kira-kira setara 6.000 kata bahasa Indonesia. Jika koran ini terbit 20 halaman saja, maka terdapat kira-kira 600 ribu karakter atau 120 ribu huruf per hari. Sebuah wahana berbahasa yang luar biasa!
Bayangkan, betapa besar peluang terjadinya kekeliruan penulisan kata, ejaan, dan struktur kalimat. Jika wartawan [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | 2 Komentar »
Posted on Agustus 6, 2008 by pondokbahasa
Mengawali diskusi kali ini, saya kutipkan sejumlah judul berita berikut ini:
(1) Amien Rais Takut Sama Megawati
(2) Anak Buah Soeharto Mau Dibunuh
(3) Orang PDIP Nolak Dicincai
(4) Wah, Enak Bener Jadi Presiden
(5) Terbukti Korupsi, Kok Dilepas?
(6) Ini Namanya Kabinet Kapal Keruki
(7) Soeharto, Bagi-bagi Tanahnya Dong
(8 ) Sudahlah Gus, Sampai Sini
(9) Rakyat Ogah Ditipu Dua Kali
(10) Tommy, Uenak [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | 2 Komentar »
Posted on Agustus 6, 2008 by pondokbahasa
Berikut ini disajikan beberapa catatan kecil dalam upaya mencari acuan bagi pemakaian bahasa Indonesia yang baik dalam surat kabar.
1. Beberapa Pendapat
Menurut Idris (1987:11), lebih dan 2.000 tahun yang lalu, Confusius berkata: Bahasa yang jelek akan menimbulkan salah pengertian. Salah pengertian akan mengundang pertengkaran. Pertengkaran dapat mengobarkan perang saudara. Idris juga menyatakan berita [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 6, 2008 by pondokbahasa
1. Saya merasa mendapat kehormatan dan berterima kasih kepada Forum Bahasa Media Massa (FBMM) yang telah mengundang saya hari ini untuk menyampaikan tinjauan saya mengenai bahasa media yang efektif. Ini agaknya dalam kerangka untuk ikut memberikan masukan bagi pengembangan bahasa Indonesia dalam kegiatan kerja sehari-hari para wartawan. Saya juga sudah membaca sekilas informasi tentang FBMM. Terus terang, saya menyambut [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 5, 2008 by pondokbahasa
1. Bahasa Indonesia Jurnalistik
Naskah jurnalistik TV dan radio disebut hear copy, atau naskah untuk didengar. Sementara untuk media cetak disebut see copy. Perbedaan ini membawa konsekuensi pada perbedaan cara menulis berita. Walau bahasa televisi disebut bahasa lisan atau bahasa tutur, namun kaidah berbahasa tetap mengacu pada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 4, 2008 by pondokbahasa
1. Menulis untuk media elektronik, radio dan televisi, berarti kita menulis untuk pendengaran. Khalayak sasaran media elektronik menggunakan pendengarannya untuk menangkap informasi. Oleh karena itu, penyiar harus dapat menarik perhatian penonton, menyampaikan informasi, dan membangun suasana yang membuat penonton merasa sebagai bagian dan peristiwa yang sedang disampaikan.
Namun, tentu ada perbedaan antara pendengar radio dan [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 4, 2008 by pondokbahasa
1. Pengantar
Konsep ekonomi bahasa pada hemat saya termasuk dalam strategi pemilihan kata, yakni kecermatan (di samping ketepatan dan keserasian). Kecermatan dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang benar-benar diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tertentu. Agar dapat memilih kata secara cermat, kita dituntut untuk mampu memahami ekonomi bahasa dan menghindari penggunaan kata-kata yang dapat [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 3, 2008 by pondokbahasa
“Tiket nomor 65 silakan ke teller 6.” Demikian suara dan mesin bicara yang terdengar di sebuah bank. Lalu, seseorang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja teller 6. Transaksi pun terjadi. Usai transaksi, nasabah itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan teller yang juga tersenyum manis. Beres dengan nasabah tadi, sang teller memencet [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 2, 2008 by pondokbahasa
1. Pemakaian bahasa Indonesia baku di media massa, semestinya tidak berbeda dengan pemakaian bahasa baku lainnya. Kaidah kebahasaan yang diacu juga tidak berbeda dengan pemakaian kaidah bahasa baku pada ranah-ranah kebahasaan lainnya, terkecuali hal-hal khusus yang menyangkut kekhasan selingkung jurnalistik.
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 2, 2008 by pondokbahasa
“Dalam soal budget, kedudukan DPR lebih tinggi dari pemerintah. Oleh karena itu silakan DPR membahas terlebih dahulu kalau memang ingin melakukan perubahan. DPR yang harus mengambil inisiatif untuk menangkap aspirasi rakyat.
“Bola itu ada di tangan DPR,” kata Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (6/1 ).
Ini [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 2, 2008 by pondokbahasa
I
Topik yang diberikan oleh panitia kepada saya kritis berbahasa di media massa. Topik ini bagi saya terlalu luas. Ada media masa tulis (surat kabar dan majalah), dan lisan, misalnya: radio dan televisi. Dan apabila yang dimaksudkan jenis pers tertulis pun masih harus dirinci lebih dari satu jenis ragam: apakah teks berita, reportase, tajuk, pojok, opini, [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 2, 2008 by pondokbahasa
Awal pekan pada Oktober lalu, sebelum meninggalkan Hotel Santika di Jalan Jenderal Sudirman, Yogya—yang interiornya sangat Jawa, antara lain terpasangnya sebuah perangkat waditra di bawah gunungan kuningan— resepsionisnya yang mengenakan kebaya Jawa meminta saya menulis kesan-kesan di buku khusus. Sehari sebelum saya, telah menginap encik menteri Samsul Maarif dan telah pula menulis kesannya di buku [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 2, 2008 by pondokbahasa
(Makalah ini disajikan di The University of Melbourne, pada Australian Association of Indonesian Language Educators Conference, diselenggarakan oleh Melbourne Institute of Asian Languages and Societies, Melbourne 10-12 Juli 2001)
I
Pemeo yang biasa didengungkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa untuk berbahasa Indonesia yang “baik dan benar”, naga-naganya sudah diabaikan dengan sengaja oleh para pesolek. Yang [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »
Posted on Agustus 1, 2008 by pondokbahasa
DARI aspek sarana pemakaiannya, terdapat ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Dari aspek bidang pemakaiannya, terdapat berbagai ragam bahasa, misalnya ragam bahasa hukum, ragam sastra, ragam teknologi, ragam jurnalistik. Bahasa Indonesia dalam koran termasuk ragam bahasa tulis dan ragam bahasa jurnalistik.
Prinsip bahwa yang penting dapat dimengerti lawan bicara dalam bahasa lisan, belum tentu [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnalistik | Ditandai: Ragam Jurnalistik | Leave a Comment »