Ekonomi Bahasa

1.  Pengantar

          Konsep ekonomi bahasa pada hemat saya termasuk dalam strategi pemilihan kata, yakni kecermatan (di samping ketepatan dan keserasian). Kecermatan dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang benar-benar diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tertentu. Agar dapat memilih kata secara cermat, kita dituntut untuk mampu memahami ekonomi bahasa dan menghindari penggunaan kata-kata yang dapat menyebabkan kemubaziran, juga penggunaan kata yang berlebihan atau berbunga-bunga.

          Dalam kaitan itu, yang dimaksud ekonomi bahasa adalah kehematan dalam penggunaan unsur-unsur kebahasaan. Dengan demikian, kalau ada kata atau ungkapan yang lebih singkat, kita tidak perlu menggunakan kata atau ungkapan yang lebih panjang karena hal itu tidak ekonomis.

Misalnya:

disebabkan oleh fakta                à karena

mengajukan saran                      à menyarankan

melakukan kunjungan                à berkunjung

mengeluarkan pemberitahuan     à memberitahukan

rneninggalkan kesan yang dalam          à mengesankan

          Sementara itu, kita juga dituntut  untuk mampu memahami penyebab terjadinya kemubaziran kata. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat menulis dan menggunakan kata secara cermat sehingga tidak ada kata yang mubazir.

2. Penyebab Kemubaziran

Penyebab kemubaziran kata yang dimaksud, antara lain, sebagai berikut.

a.  Penggunaan kata yang bermakna jamak secara ganda

Dalam bahasa Indonesia ada sejumlah kata yang sudah bermakna jamak. Namun, dalam penggunaannya, kata-kata yang sudah bermakna jamak itu masih sering disertai kata ulang yang juga bermakna jamak. Dengan demikian, penggunaan makna jamak secara ganda itu tentu berlebihan. Kata-kata yang sudah bermakna jamak itu, antara lain, adalah banyak, beberapa, berbagai, para, semua, segala, segenap, seluruh, sejumlah, dan sebagian besar.

Agar tidak menimbulkan kemubaziran, seperti pada data berikut, kata-kata sudah bermakna jamak semacam itu tidak perlu diikuti kata ulang yang juga bermakna jamak.

(1)     kelompok “The LA All Stars” juga membawakan sejumlah tembang-tembang terkenal …(SP,  8-11-97, 1:1).

(2)     Dan pengaruh buruk itu semakin diperkuat dengan banyaknya contoh-contoh yang mempertontonkan kekerasan… (T7/30-1-2000/36:2).

(3)       Sesuai kesepakatan, seluruh negara-negara anggota yang tergabung dalam AFTA sangat diharamkan melakukan praktek monopoli (T, 28-12-98/81:2).

b.  Penggunaan kata yang fungsi dan maknanya bermiripan secara ganda.

Dua buah kata yang mempunyai kemiripan fungsi ataupun kemiripan makna dapat menimbulkan kemubaziran jika digunakan secara bersama-sama dalam sebuah kalimat.

Contohnya dapat diperhatikan pada kalimat Kita harus giat bekerja agar supaya dapat mencapai cita-cita. Dalam kalimat tersebut terdapat penggunaan dua buah kata yang mempunyai kemiripan fungsi dan makna yaitu kata agar dan supaya. Jika dilihat dari segi fungsinya, kedua kata ini mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama berfungsi sebagai penghubung intrakalimat dan maknanya pun hampir sama, yaitu sama-sama menyatakan makna ‘harapan’ atau ‘tujuan’. Dengan demikian, jika keduanya digunakan secara bersama-sama, salah satunya akan mubazir. Oleh karena itu, agar tidak mubazir… cukup salah satu dan kedua kata itu yang digunakan, yaitu agar atau supaya, bukan agar supaya. Beberapa pasangan kata lain yang dapat menimbulkan kemubaziran adalah demi untuk., adalah rnerupakan, sejak dari, sangat …sekali, hanya … saja, seperti misainya, contohnya seperti, dan sejenisnya. Kata-kata yang mempunyai kemiripan fungsi/makna seperti itu cukup digunakan salah satu agar menjadi lebih efektif.

Contoh lain yang mubazir.

(1 )   Akibat tidak berfungsinya lampu navigasi di Giri Ular menyebabkan nakhoda harus berlayar dengan meraba-raba… (SP/2-11-97/6:1).

(2)   Meskipun  di  pelabuhan  tersebut  tersedia unit  speed  boat,  tetapi penyediaan pelampung … tetap dinilai sangai penting.

(3)    Meskipun  pertandingan  Indonesia  melawan  Hong Kong  secara  keseluruhan berlangsung baik, namun dia tetap kecewa (SP, 16-11-99/17:1)

(4)   Atau apakah karena  sarana untuk menyalurkan bakat si anak seperti  lapangan olahraga, gedung kesenian dan lain-lain tidak tersedia sehingga bakat si anak tidak tersalur (SP/16-11-99/20:1).

( 5)   Menurut kesaksian Mamad (35) pekerja bangunan,  yang melintas ditempati kejadian (mengungkapkan), puluhan pelajar SMP 137 menghadang metromini sambil merentangkan tangan di tengah  jalan. (SP/30-1 1 -99/20:1).

(6)   Dengan gaji sekitar Rp7 juta per bulan, Ghalib dan istrinya—Andi Murniati—Juga punya daya belanja yang luar biasa, seperti misalnya ketika mereka berkunjung di AS Meret lalu… (KT/12-6-99/22: 1).

( 7)   Mengenai soal pendanaan Hardiyanto menyebutkan, berasal dari hasil penawaran saham perdana … (KT/27-2-03/5)

(8 )   Akibat tanah longsor di Lampung  Barat sekitar  pukui 04.00 dini hari,

mengakibatkan jembatan Way Laay putus (KT/29-12 -02/I:1)

c.   Penggunaan kata yang bermakna ‘saling’ secara ganda

Dalam bahasa Indonesia ada sejumlah kata ulang yang bermakna ‘saling’, misalnya tembak-menembak dan pukul-memukul. Kata ulang yang sudah bermakna ‘saling’ seperti itu dalam penggunaannya tidak jarang didahului pula dengan kata saling sehingga menjadi saling tembak-menembak atau saling pukul-memukul. Penggunaan dua buah kata yang bermakna saling secara ganda seperti itu akan menyebabkan salah satunya menjadi mubazir. Oleh karena itu, agar bahasa yang digunakan menjadi lebih efektif, cukup salah satu yang digunakan. Jika kata saling digunakan, kata yang mengikutinya tidak perlu diulang. Sebaliknya, jika kata ulang itu yang digunakan, kata saling tidak perlu digunakan.

Contohnya:

tembak-menembak          pukul-memukul

saling tembak                  saling pukul

saling menembak             saling memukul

Contoh lain yang mubazir

(1)   … para ahli dari bangsa-bangsa  yanag sedang membangun dapat bertukar pikiran dan pengalaman serta saling bantu-membantu dengan ahli-ahli dari negara-negara yang sudah maju (SP/10-11-97/1:7)

d.  Konteks kalimat

Konteks kalimat dalam penggunaan bahasa juga dapat menyebabkan kemubaziran suatu kata. Maksudnya adalah bahwa suatu kata yang kehadirannya tidak diperlukan dalam konteks kalimat tertentu, kata tersebut akan menjadi mubazir. Contohnya adalah penggunaan kata daripada yang bukan dalam kalimat perbandingan, atau penggunaan kata tanya seperti di mana atau yang mana yang bukan dalam kalimat tanya. Di samping itu, juga penggunaan kata tentang atau mengenai di belakang predikat yang berupa kata kerja transitif, misalnya membicarakan (*tentang);  Pengulangan kata yang tidak diperlukan sebaiknya juga tidak dilakukan, seperti pada kata berikut.

Contoh lain.

(1)   Dengan demikian, tidak akan ada tekanan politik, kecuali jaminan-jaminan kinerja profesional antara kedua pihak untuk menjamin pemulihan ekonomi nasional (SP/1-11-99/12:2).

(2)   Memang, mulai 1 November 1999 ini bentuk fisik dan teknik jurnaslitik Suara Pembaruan memang berubah (SP/1-1 1-99/ 2:1).

(3)  Penilaian Bimantoro ini muncul berdasarkan temuan dokumen yang ditemukan oleh petugas di asrama yang nahas itu (TI, 11-5-01).

(4)  … peristiwa ini juga memakan jatuhnya korban seorang wartawan harian Republika karena dipukul massa (TI, 24-5-01).

3. Ekonomi Bahasa yang Menyimpang

Misalnya:

(1)   … mereka yang terlibat berbagai kasus kebakaran lahan dan hutan akan dituntut sesuai peraturan perundangan yang berlaku (SP/2-11-97/12:2),

(2)   … rudal-rudal jelajah jarak jauh itu dikirimkan Amerika Serikat (?)

Ungkapan idiomatis sesuai dengan pada contoh (1) di atas dihemat dengan menghilangkan unsur dengan sehingga tinggal kata sesuai saja. Penghematan seperti itu tidak tepat karena ungkapan idiomatis seperti itu sudah merupakan satu kesatuan sehingga salah satu unsurnya tidak seharusnya dihilangkan. Dari data yang ditemukan, di bawah ini dicontohkan beberapa ungkapan idiomatis yang tidak ditulis secara lengkap, yang disertai pula dengan bentuk lengkapnya.

sehubungan           à sehubungan dengan

berkaitan               à berkaitan dengan

dibandingkan         à jika dibandingkan dengan

terdiri                    à terdiri dari, terdiri atas

tergantung             à bergantung pada

sejalan                   à sejalan dengan

seiring                   à seiring dengan

Penghematan pada contoh (2) dapat menimbulkan ketidakjelasan informasi, yakni Amerika Serikat sebagai pengirim atau penerima rudal yang dimaksud? Jika maksudnya sebagai pengirim preposisi oleh harus ditambahkan (… rudal-rudal jelajah jarak jauh itu dikirimkan oleh Amerika Serikat). Sebaliknya,  jika maksudnya sebagai penerima, preposisi kepada tidak seharusnya dihilangkan (… rudal-rudal jelahah jarak jauh itu dikirimkan kepada Amerika Serikat). Dengan demikian, penghematan (penghilangan) preposisi semacam ini harus benar-benar diperhitungkan agar informasinya tidak kabur.

Penulis:

Drs. Mustakim

Pusat Bahasa, Depdiknas

Makalah ini disajikan pada Diskusi FBMM, 25 Maret 2003 di Kompas.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: