Pemanfaatan Bahasa Daerah Dalam Pengembangan Bahasa Indonesia Media Massa

1. Pengantar

Pemberlakuan pasar bebas di berbagai kawasan dunia merupakan salah satu wujud tatanan kehidupan dunia yang baru, globalisasi. Sebetulnya, globalisasi telah lama berlangsung, berabad-abad yang lalu, ketika menusia dapat menciptakan alat komunikasi, seperti telepon dan kini teknologi informasi itu telah berkembang amat pesat. Pemanfaatan ruang angkasa dan teknologi komputer telah menciptakan teknologi informasi (internet) yang memiliki kemampuan daya jangkau yang dapat menerobos batas ruang dan waktu sehingga bangsa, bahkan individu, dapat menjelajah kehidupan bangsa lain di dunia ini tanpa harus melakukan perjalanan fisik. Maka, kontak antara bangsa-bangsa dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Keadaan itu telah melahirkan keterbukaan, dunia ini bagaikan sebuah desa global dengan bahasa sebagai sarana komunikasi.                                                                  

          Dalam keterbukaan seperti itu bahasa menjadi sangat penting bagi kelangsungan eksistensi  satu bangsa, baik sebagai lambang jati diri maupun sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahkan, bahasa Indonesia memiliki potensi sebagai bahasa perhubungan luas karena bahasa itu digunakan oleh penduduk besar di kawasan Asia Tenggara (Sensus Tahun 2000, Penduduk Indonesia 206.254.595 jiwa) dan kini bahasa Indonesia banyak dipelajari di berbagai negara. Masalahnya ialah sudah siapkah bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan global? Jawaban itu akan terpulang kepada bangsa Indonesia. Langkah utama yang perlu dilakukan ialah pengembangan bahasa Indonesia, terutama kosakata, dan pemantapan sistem bahasa serta peningkatan  mutu penggunaannya secara baik dan benar dalam berbagai keperluan.

 

2. Pengembangan

Pengembangan ditujukan pada upaya peningkatan mutu daya ungkap bahasa Indonesia. Peningkatan mutu daya ungkap itu meliputi perluasan kosakata bahasa Indonesia dan pemantapan kaidah-kaidahnya sejalan dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi serta kebudayaan yang amat pesat. Perkembangan kosakata dapat diketahui dari pertambahan kata yang terdapat  dalam kamus bahasa  Indonesia.  Kamus W.J.S. Poerwadarminta yang terbit tahun 1953 memuat sekitar 23.000 lema bahasa Indonesia. Pada tahun 1976 kamus itu diolah kembali oleh Pusat Bahasa dan ditambahkan 1.000 lema baru. Gambaran itu memperlihatkan dalam kurun waktu 29 tahun seolah-olah hanya terjadi  penambahan  1.000  kata  saja.  Sementara dalam waktu  12  tahun  berikutnya, tepatnya tahun 1988, telah terjadi penambahan 49.000 kata baru yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Pertama. Kini kamus itu telah mernuat 78.000 lema (kata umum) dan dalam pengembangan istilah telah diperoleh 265.000 istilah dalam berbagai bidang ilmu. Kondisi itu menunjukkan bahwa perkembangan kosakata bahasa Indonesia amatlah cepat, terutama dalam waktu 25 tahun menjelang pergantian abad ke-20. Meskipun demikian, kekurangan kosakata bahasa Indonesia masih saja terasakan jika digunakan untuk mengungkapkan ilmu dan teknologi,  termasuk teknologi komunikasi melalui media massa. Pengembangan kosakata dalam berbagai bidang itu lebih didominasi oleh sumber bahasa asing, terutama dalam dua dasawarsa terakhir ini. Sumber pengembangan kosakata itu perlu diimbangi dengan pemanfaatan bahasa daerah. Keragaman bahasa daerah (726 bahasa) merupakan kekayaan yang perlu digali sebagai sumber pengayaan kosakata bahasa Indonesia.

Media massa merupakan sarana publikasi berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, bahasa media massa akan mencakup berbagai bidang kehidupan. Sumbangan bahasa daerah terhadap pengembangan bahasa Indonesia melalui media massa terpulang kepada para penguasa media massa itu sendiri. Dalam pemanfaatan bahasa daerah tersebut  perlu  dipertimbangkan kaidah penyerapan  yang  tertuang  dalam  prosedur pembentukan istilah. Kosakata bahasa daerah yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia perlu dipertimbangkan menjadi warga kosakata bahasa Indonesia melalui proses penyerapan tersebut. Untuk itu, perlu digali potensi kosakata bahasa daerah di Nusantara ini demi memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui penelitian kosakata bahasa daerah. Sementara itu, pemantapan sistem atau kaidah pembentukan kata dan kalimat harus lebih selektif karena bahasa-bahasa daerah memiliki sistem tersendiri.

 

3. Pembinaan

Pembinaan ditujukan pada upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia. Upaya itu  dilakukan  melalui  perbaikan  pengunaan  bahasa  Indonesia  dalam  berbagai  bentuk tulisan. Selain itu, pembinaan dapat menyangkut masyarakat penutur. Untuk itu, perlu intenisif dilakukan pemasyarakatan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar ke seluruh lapisan masyarakat. Apapun yang dilakukan dalam pengembangan kosakata, kalau hasilnya tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, upaya itu akan sia-sia. Untuk itu, peran media massa menjadi sangat penting dalam memasyarakatkan hasil pengembangan kosakata, termasuk yang bersumber dari bahasa daerah.

 

4. Peran Media Massa

Media massa (cetak ataupun elektronik) setiap hari mengunjungi masyarakat dengan menggunakan sarana bahasa Indonesia. Oleh karena itu, media massa memiliki fungsi yang amat strategis dalam upaya pengembangan ataupun pembinaan bahasa Indonesia. Bahkan, sering terjadi media massa dijadikan acuan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Mengingat fungsi yang begitu strategis, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia perlu memanfaatkan media massa, baik cetak maupun elektronik.

 

4.1 Pengembangan

Dalam hubungan dengan pengembangan bahasa Indonesia media massa dapat mengambil peran dalam penggalian dan penyebarluasan kosakata dari khazanah budaya daerah.

Penggalian budaya daerah ke dalam bahasa Indonesia itu akan memperkaya kosakata bahasa Indonesia yang sekaligus mengimbangi laju pertumbuhan kosakata bahasa Indonesia dari penyerapan kosakata bahasa asing. Selama pengungkapan budaya daerah tersebut belum terdapat dalam kosakata bahasa Indonesia, pengambilan kosakata bahasa daerah dalam pengungkapan budaya daerah tersebut akan memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Misalnya, kata kaharingan, ganihut, dan mandau adalah contoh pengangkatan kosakata bahasa daerah yang memperkaya bahasa Indonesia.  Kata ngaben, pura, galungan, dan subak adalah kata-kata bahasa Bali yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. Dengan kata lain, media massa memiliki peran yang amat penting dalam pengayaan kosakata bahasa Indonesia sekaligus penyebarluasannya ke masyarakat Indonesia di luar wilayah bahasa daerah yang bersangkutan, bahkan ke penutur di luar Indonesia.

 

4.2 Penbinaan

Media massa menyampaikan berita, informasi, opini, artikel, dan sebagainya ke masyarakat pembaca atau pemirsanya dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarananya. Secara tidak langsung media massa merupakan media pendidikan bagi warga masyarakat dalam berbahasa Indonesia. Kata anda, yang digunakan untuk memperkaya kata ganti orang kedua diperkenalkan tahun 1952, tanpa peran wartawan memuat kata itu dalam media massa tidak akan populer kata itu di lingkungan penutur bahasa Indonesia.

Di lingkungan pendidikan persekolahan media massa memiliki peran yang strategis pula dalam pengungkapan berita hangat, opini masyarakat, informasi, dan artikel yang akan memperkaya wawasan peserta didik. Melalui pemuatan hal-hal tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia, peserta didik secara tidak langsung memiliki wawasan bahasa media massa yang memiliki kekhasan tersendiri. Hal itu akan ikut membentuk kepribadian peserta didik dalam berpikir, berekspresi, dan berkomunikasi secara efektif dan efisien yang akan menuntun mereka bertindak dengan jujur, sopan, dan sportif. Pengungkapan dengan menemukan jawaban atas pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana merupakan contoh konkret pengetahuan yang diperoleh dari wartawan. 

                                                                       

5. Penutup                                                                           

Dari gambaran di atas tampak bahwa media massa memiliki peran yang strategis dalam pengembangan kosakata bahasa Indonesia melalui ‘penggalian kosakata dari  budaya’ daerah. Dalam pembinaan, media massa  menjadi guru bagi masyarakat pembacanya, baik di lingkungan persekolahan karena pengembangan bahan ajar kini mengambil media massa sebagai salah satu sumber belajar, maupun masyarakat luas. Media massa memainkan peran dalam pencerdasan kehidupan bangsa Indonesia. Mengingat peran yang strategis itu, media massa diharapkan menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan kekhasan laras bahasa media massa, yang tentu saja tidak disamakan dengan penggunaan bahasa dalam penulisan karya ilmiah ataupun dalam karya sastra.

 

Daftar Pustaka

Aiwi, Hasan dan Dendy Sugono (Ed.). 2000. Polilik Bahasa. Progress.

Amarinza, Ediruslan Pe. 2000. “Sumbangan Bahasa Daerah terhadap Bahasa Indonesia: Sebuah Tinjauan.” Dalam Dendy Sugono dan A Rozak Zaidan (Ed.). 2001. Bahasa Daerah dan Otonomi Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa.

Astraatmadja, Atmakusumah. 1997. “Pengamatan atas Penggunaan Bahasa

Indonesia dalam Media Pers Dewasa Ini“. Dalam Dendy Sugono (Ed.). 2003. Bahasa Indonesia menuju Masyarakat Madani. Jakarta Progress

Jumariam dkk. 1995. Senarai Kala Serapan dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PusatPerbukuan.

Hadi, Parni. 1997. “Bahasa Indonesia dalam Media Massa Cetak (Dalam Dendy Sugono. 2003. Bahasa Indonesia menuju Masyarakat Madani. Jakarta: Progress. 

Sugono, Dendy (Ed.). Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat  Madani Jakarta: Progess.

 

Penulis:

Dendy Sugono

Pusat Bahasa, Depdiknas

 

Makalah ini disajikan pada Diskusi Forum Bahasa Media Massa 27 Januari 2004 di Suara Merdeka Semarang.

 

 

 

 

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: