Bahasa Republika

LAPORAN TIM BAHASA

Edisi  I

 

Tim Bahasa berpendapat proses standardisasi bahasa Republika tak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Perlu waktu panjang dan upaya berulang-ulang, termasuk dalam hal evaluasi dan penegakannya. Demikian halnya dengan inventarisasi bahasa ‘bermasalah’, hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.

Kendati demikian, pada masa kerja sampai dengan 31 Agustus 2001, telah dibuat sebagian standar penggunaan bahasa, menyangkut penggunaan huruf kapital, penulisan nama, akronim, dan pemakaian kata.

 

Penggunaan bahasa mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Depdikbud dan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Namun demikian disadari bahwa standar Republika tidak selalu sama dengan bahasa baku menurut KBBI. Atas pilihan ini, harus ada alasan kuat untuk menggunakannya. Sebagai contoh, KBBI membakukan kata “salat” yang menurut kita terlalu sekuler. Kita menggunakan kata “shalat”, seperti halnya kita menggunakan kata “mushala” bukan “musala”, “Ramadhan” bukan “Ramadan”.

 

Kita juga menyadari bahwa pilihan atas kata-kata dan cara penulisan tidak selalu paling benar. Disepakati untuk tidak terlalu berkutat pada upaya mencari “yang paling benar” karena persoatan tak akan pernah tuntas, sementara kebutuhan mendesak saat ini adalah konsistensi berbahasa.

 

Meskipun penugasan dari pemimpin redaksi bertenggat 31 Agustus 2001, kita berharap upaya penyeragaman bahasa berjalan terus, tanpa mempersoalkan siapa pun yang terlibat di dalamnya.

 

Daftar Kata

 

Standar Republikaa

Bukan Standar Republika

Keterangan

shabu-shabu

sabu-sabu

slank, kesepakatan

Miliar

milyar

KBBI

Triliun

triliun

KBBI

Hektare

hektar

KBBI

Kg

KG, Kg

Satuan ukuran bukan nama

kJ

Kj, KJ

nama: J = Joule

Km

KM, Km

satuan ukuran, bukan nama

Populer

popular

a pada popular menjadi e

Popularitas

populeritas

asal kata: popularity

Sekuler

sekular

asal kata: secularization

Standar

standard

asal kata: standard

Standardisasi

standarisasi

asal kata: standardization

Elite

elit

KBBI

Provinsi

propinsi

huruf v baku

Konkret

Kongkret, kongkrit, konkrit

KBBI

objek, objektif

obyek, obyektif

KBBI

subjek, subjektif

subyek, subyektif

KBBI

proyek, proyektor, proyeksi

projek, projector, projeksi

KBBI

Mengapa

kenapa

KBBI

Rezim

rejim

KBBI

Zaman

jaman

KBBI

Izin

ijin

KBBI

Shalat

salat

Desekularisasi KBBI

Ramadhan

Ramadan

Desekularisasi KBBI

Jumat

Jum’at

KBBI

Ijazah

ijasah

KBBI

Asas

azas

KBBI

 

LAPORAN TIM BAHASA

Edisi II

 

Penggunaan Huruf  Kapital

 

1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Contoh:

Dokter tidak hadir hari ini.

 

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kalimat kutipan langsung.

Contoh:

Akbar Tandjung mengatakan, “Saya tidak akan mundur sampai 2004.”

“Saya tidak akan mundur,” kata Akbar Tandjung.

Kecuali pada kutipan lanjutan:

“Mulai 2004,” kata Gus Dur, “kita harus memilih presiden secara langsung.”

 

3. Huruf kapital pada penulisan nama jabatan/lembaga hanya digunakan bila

diikuti keterangan nama orang atau wilayah.

Contoh:

Presiden Megawati

Menko Polkam Susilo B Yudhoyono

Pemerintah Kota Bogor

Kabupaten Cirebon

Bank BNI

 

4. Huruf kapital tidak digunakan pada nama jabatan/lembaga yang tidak diikuti nama orang atau wilayah.

Contoh:

Megawati dilantik menjadi presiden.

Ketiga menko akan pergi ke Aceh.

Penembakan tersebut, kata kapolres, dilakukan anggota GAM.

Cimahi kemarin ditetapkan menjadi kota.

 

5. Huruf kapital digunakan untuk menulis nama lembaga negara

Mahkamah Agung

Kejaksaan Agung

Dewan Perwakilan Rakyat

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Dewan Pertimbangan Agung

 

6. Huruf kapital digunakan untuk menulis singkatan

Contoh:

SMU, DPR, BI, MPRS, TNI, SSK, ASEAN

 

7. Huruf kapital tidak digunakan pada akronim bukan nama

Contoh:

pemilu, tilang, siskamling, satpam, kodam, kodim, hankam, polda, polsek,

menkeu

 

8.Huruf kapital digunakan pada akronim yang diikuti nama

Kodam III/Siliwangi

Polsek Gambir, Menkeu Budiono, Polda Metro

 

9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk kekerabatan berupa sapaan.

Contoh:

Surat Saudara sudah saya terima.

Saya memahami keberatan Anda.

Pulanglah, Dik, sudah malam.

Mereka tidak percaya pada lbu Camat

 

10. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk kekerabatan yang tidak berupa sapaan.

Contoh:

Kita harus menghormati ibu, bapak, dan saudara-saudara kita.

Kini dia sudah menjadi seorang ibu.

 

LAPORAN TIM BAHASA

Edisi III

 

Penulisan Judul

 

Penulisan judul menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali:

1.  Kata ulang

Contoh: Undang-undang Dasar Harus Diamandemen

   Agum mengadu ke Perserikatan Bangsa-bangsa

 

2.  Kata-kata hubung yang tak terletak di awal kalimat: di, ke, dari, dan,

yang, untuk, dengan, per, atau, se-

Contoh:

Presiden Tiba di Aceh

Gus Dur Berangkat ke AS

Muhaimin Dapat Hibah dari Sultan Brunei

RI dan GAM Sepakati Gencatan Senjata

Piagam Jakarta: Tujuh Kata yang Dipersoalkan

Kontingen RI Datang untuk Menang

Menristek Pulang dengan Tangan Hampa

BBM Naik per Januari 2001

Pilih IMF atau Rakyat?

Mahasiswa se-Jakarta Mogok Belajar

 

LAPORAN TIM BAHASA

Edisi IV

 

Penulisan Angka

 

1. Angka 1-9 ditulis dengan huruf (satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan) kecuali diikuti satuan ukuran: 5 kg, 8 mm, 9 kJ, 7 juta, 4 miliar

 

2. Ribuan di bawah 10 ribu ditulis angka (2.500., 9.726, 5.800)

 

3. Nilai di atas 9,999 ditulis secara kombinasi angka dan huruf (20 ribu, 76 juta, 52 miliar, 99 triliun)

 

4. Nilai uang rupiah ditulis dengan lambang di muka angka.

Contoh: Rp 10 ribu, Rp 16 juta, Rp 9.500, Rp 7,8 triliun

Rp bukan singkatan, melainkan lambang, jangan dibubuhi titik.

 

5 Nilai mata uang asing ditulis sesuai pengucapan.

Contuh: 10 ribu dolar AS, 9.800 dolar Singapura, 7,8 juta yen, 16 gulden

 

6. Angka ribuan ke atas (tiga digit ke atas) dilengkapi desimal

Contoh: 5.600, 7.789, 6.789.965. 7.345

Kecuali penulisan tahun: tahun 2001, pada 1987, hingga  November 2003

 

Sumber: Forum Bahasa Media Massa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: