Kata dan Frase Bahasa dalam Buku

Ketika menerbitkan buku ternyata ada persyaratan tertentu. Maksudnya, sebelum buku jadi diterbitkan, persyaratannya ada dua. Pertama, adanya perencanaan jangka pendek. Kedua, adanya perencanaan jangka panjang. Dalam model perencanaan, kedua persyaratan itu tampak kabur karena bidang kegiatannya saling berkaitan. Persyaratan jangka pendek, misalnya waktu menyusun buku, diasumsikan bukunya sejenis buku referensi semacam buku pelengkap atau buku penunjang. Dalam persyaratan jangka panjang, pembuatan bukunya memerlukan waktu setahun sampai dua tahun. Apalagi jika belum secara resmi disahkan pembuatan bukunya bisa lebih lama lagi. Perencanaan yang lama itu berpengaruh bagi tim penerbit yang terlibat di dalam penyelesaiannya. Buku 70 tahun tokoh tertentu, misalnya.

          Upaya melibatkan setiap orang dalam penerbitan buku itu, antara lain dapat dilakukan jika disertai dengan konsep produk buku yang bisa dilaksanakan. Tanpa konsep produk dapat diibaratkan seperti orang yang berjalan tanpa orientasi. Tujuannya, hanya sampai di suatu tempat tertentu. Namun, bagaimana cara mencapai ke arah mana yang hendak dituju tidak cukup jelas petunjuknya. Jika demikian yang terjadi, ketidakjelasan berakibat fatal. Maka penerbitan buku pun sulit mencapai tujuannya. Tujuan penerbitan buku adalah menjangkau pembaca seluas-luasnya. Agar memahami tujuan penulisan buku diperlukan pedoman penulisan. Jadi, tujuan yang mau dicapai dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

          Pedoman penulisan dalam proses penerbitan buku disebut gaya selingkung. Isinya, visi, misi, rancangan kerja, sumber daya manusia dan modal, keterampilan profesional, motivasi dan insentif. Tujuan penulisan buku gaya selingkung ini agar proses penerbitan buku mengalami pengembangan dalam perubahan dan keberhasilan.

          Gaya selingkung sifatnya khas. Hanya berlaku di penerbitan tertentu, misalnya Buku Gaya Penerbit Grasindo. Isinya bermanfaat untuk memandu dan mengingatkan tim penerbit atau tim penulisnya. Dalam buku, selain berisi konsep produk, ada juga soal teknis pelaksanaan penerbitan, seperti spesifikasi produk, pedoman kerja tim penulis, dan pedoman penulisan sesuai dengan disiplin ilmu atau sumber pengalamannya. Materinya dapat diperbaiki terus-menerus. Jika ada info baru dapat ditambahkan ke dalam buku itu. Sifat buku yang luwes jadi mirip kamus ini memang dibuat sebagai

bahan koreksi terus-menerus. Yang terpenting, buku gaya selingkung bukan bermaksud membuat pembatasan bagi tim penulis atau tim penerbit, melainkan buku yang dapat diperbaiki terus-menerus karena ada masukan dari pembacanya. Ada proses komunikasi dalam penerbitannya.

          Hal itu sesuai dengan sifat ilmu atau mata pelajaran atau sumber pengalamannya. Pekerjaan dalam penerbitan buku adalah pekerjaan untuk menyebarluaskan ilmu. Jadi, pekerjaan intelektual. Ilmu yang ada di dalamnya harus siap untuk diperbaiki. Ketika pembaca mengajukan kritik atas isi bukunya, kritikan itu dapat dipenuhi dengan mengadakan perbaikan pada waktu buku dicetak ulang. Begitu itulah seterusnya sehingga terjadi proses komunikasi yang baik antara penerbit dan penulis, antara penulis dan pembaca, antara pembaca dan penerbit. Pokoknya, ada lingkaran komunikasi yang berproses terus-menerus. Nah, buku gaya selingkung yang disusun dengan baik dapat menghindari pemborosan dalam biaya, tenaga, dan waktu bagi tim redaksi atau tim penerbitannya.

          Dalam bagian ini, saya sampaikan kata dan frase bahasa (Indonesia) dalam buku, yang termasuk juga dalam bahasa pers dalam arti yang seluas-luasnya.

 

Tanda koma pada awal kalimat

A

·        Agaknya, …

·        Akan tetapi, …

·        Akhirnya, …

·        Akibatnya, …

·        Artinya, …

B

·        Biarpun begitu, …

·        Biarpun demikian, …

·        Berkaitan dengan hal itu, …

D

·        Dalam hal ini, …

·        Dalam hubungan ini, …

·        Dalam konteks ini, …

·        Dengan kata lain, …

·        Di samping itu, …

·        Di satu pihak, …

·        Di pihak lain, …

·        Di sana, …

·        Di sini, …

J

·        Jadi, …

·        Jika demikian, …

K

·        Kalau begitu, …

·        Kalau tidak salah, …

·        Kecuali itu, …

L

·        Lalu, …

·        Lagi pula, …

M

·        Masalahnya, …

·        Meskipun begitu, …

·        Meskipun demikian, …

N

·        Namun, … (Akan tetapi, …)

O

·        Oleh karena itu, …

·        Oleh sebab itu, …

P

·        Padahal, …

·        Pada dasarnya, …

·        Pada hakikatnya, …

·        Pada prinsipnya, …

S

·        Sebagai kesimpulan, …

·        Sebaliknya, …

·        Sebaiknya, …

·        Sebelumnya, …

·        Sebenarnya, …

·        Sebetulnya, …

·        Sehubungan dengan itu, …

·        Selain itu, …

·        Selanjutnya, …

·        Sementara itu, …

·        Sesudah itu, …

·        Setelah itu, …

·        Sesungguhnya, …

·        Sungguhpun begitu, …

·        Sungguhpun demikian, …

T

·        Tambahan lagi, …

·        Tambahan pula, …

U

·        Untuk itu, …

W

·        Walaupun demikian, …

Kata-kata yang didahului koma

…, namun …

…, padahal …

…, sedangkan …

…, seperti …

…, yaitu/yakni …

 

Kata-kata yang tidak didahului koma

… bahwa …

… karena …

… maka …

… sehingga …

 

Pilihan kata

a.

·        segala

·        segenap

·        seluruh

·        semua

b

·        adalah

·        ialah

·        yaitu/yakni

c

·        dan lain-lain (dll.)

·        dan sebagainya (dsb.)

·        dan seterusnya (dst.)

d

·        tiap/setiap

·        masing-masing

e

·        jam

·        pukul

f

·        banyaknya

·        jumlah

 

Populer                          Tidak populer

Gelandangan                   Tunawisma

Kesimpulan                     Konklusi

Pertentangan                   Kontradiksi

Rasa kecewa                   Frustrasi

Rasa benci                      Antipati

Bukti                               Argumentasi

Izin                                 Konsesi

Ukuran                            Format

Bentuk mirip makna berbeda

* acu (mengacu)              acuh (mengacuhkan)

* asa (putus asa)             asah (mengasah pisau)

* basa (asam basa)          basah (kena air)

* dakwa                          dakwah

* gaji                               gajih (lemak)

* mega                            megah

* menjaring (jaring) menyaring (saring)

* sah                               syah

* sarat                             syarat

* peri                              perih

* tua                               tuah (bertuah)

 

Kelaziman

Mati

Meninggal

Tewas

Wafat

 

Konsistensi

1.     Nama geografis

2.     Nama diri

Nama geografis

·        Costa Rica à Kosta Rika

·        Meksiko à Mexico City

·        Solo à Sala à Surakarta

·        Swiss à Swis

·        Tokyo à Tokio

·        Ujungpandang à Ujung Pandang (Makassar)

·        Karawang à Krawang

·        Probolinggo à Purbalingga

·        Purwakarta à Purwokerto

·        Cileduk (Tangerang) à Ciledug (Cirebon)

 

Nama diri

·        Presiden Soeharto

·        Presiden Suharto

·        Yogie S.M.

·        Yogie S. Memet

·        Yogie Suardi Memet

·        S. Takdir Alisjahbana

·        S. Takdir Alisyahbana

·        Sutan Takdir Alisjahbana

·        Sutan Takdir Alisyahbana

·        I Gde Ardika

·        I Gede Ardhika

·        I Gede Ardika

·        I Gde Ardhika

·        Chairil Anwar

·        Khairil Anwar

 

Pertukaran yang tidak fatal

Baku                                       Nonbaku

* istri                                        isteri

* jenderal                                  jendral

* samudra                                 samudera

* sekadar                                  sekedar

* silakan                                   silahkan

* terampil                                 trampil

* waswas                                  was-was

* tampaknya                             nampaknya

 

Pertukaran yang fatal

Bentuk mirip, makna berbeda

* basa                                                basah

* gaji                                        gajih

* menjaring                               menyaring

* papasan                                 pampasan

* penguasa                               pengusaha

* sah                                        syah

* sarat                                       syarat

* segera                                    segara

 

Makna kata

* mengaji                                  mengkaji

* pengajian                               pengkajian

* beruang                                 ber-uang

* kemeja hijau                            ke meja hijau

 
Pilihan kata

Memohon à mengharap à meminta

Memeriksa à menahan à mengamankan

WTS à pelacur à wanita P. à lonte

Asumsi à anggapan

Evaluasi à penilaian

Motivasi à dorongan

ialah

adalah

yaitu

yakni

 

Penulisan kata sapaan dalam buku pelajaran

1.     Taman Kanak-Kanak à kamu

2.     SD à murid

3.     SLTP à siswa

4.     SMU à Anda

5.     Perguruan Tinggi à nama orang

 

 

Djony Herfan, Koordinator Buku Forum Bahasa Media Massa, Jakarta, 24 Maret 2003.

Surat-Menyurat Singkat (SMS) +62812 1831963. Imel johnherf@cbn.net.id.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: