“Independence Day” = “Hari Kemerdekaan”? “Independent Candidate” = “Calon Merdeka”?

I. “Calon Independen”

1.     Belakangan ini, ramai diperdebatkan soal “calon independent” untuk pemilihan presiden yang akan datang.

2.     Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan politik yang memang bukan hobi saya.

3.     Saya cuma mau menggunakan kesempatan ini sebagai momentum untuk mengajak masyarakat pengguna Bahasa Indonesia untuk merevisi kembali pemahaman kita mengenai istilah “merdeka” yang ternyata “berantakan tidak karuan” begitu dibenturkan dengan istilah “independent”.

4.     “Hari Kemerdekaan Indonesia” diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris: “Indonesian Independence Day”, seakan-akan sudah “dipatok mati” kalau “ke-merdeka-an” = “independence”, dan “merdeka” = “independent”.

5.     Baru ketika kita mau menterjemahkan “independent candidate” ke dalam Bahasa Indonesia, kita merasakan kejanggalan.

6.     Kalau seandainya “independent” = “merdeka”, apa salahnya kalau “independent candidate” diterjemahkan jadi “calon merdeka”?!

7.     Ternyata, kita mulai merasakan, bahwa “merdeka” (yang ada dalam benak Bangsa Indonesia) tidak persis sama dengan “independent” (menurut persepsi pengguna Bahasa Inggris).

8.     Hal serupa kita rasakan ketika sesudah sekian tahun berlalu Republik Indonesia diakui sebagai “independent state” (“negara independen”), tetap saja di lubuk hati kita berkata “kita belum merdeka”.

 

II. Analisis Etimologis “Independent”

1.     “Dependere” (Bahasa Latin) = bergantung (pada sesuatu yang lain).

2.     “Dependent” (Bahasa Inggris) =

a.      Tergantung (pada).

b.     Ditentukan (oleh).

c.     Bergantung pada dukungan bantuan finansial pihak lain.

d.     Bergantung pada dukungan politis partai tertentu.

e.      Tak mampu berdiri sendiri tanpa dukungan orang lain.

f.       Memiliki ketergantungan yang tak bisa lepas pada narkoba atau sesuatu yang “addictive” (mencandu).

3.     “Independent” (Bahasa Inggris):

a.      Tak tergantung pada partai politik tertentu.

b.     Tak terikat pada surat kabar tertentu (wartawan independent = wartawan lepas).

c.     Tak tergantung secara sosial-politik-ekonomi pada negara lain.

d.     Bebas dari kontrol kekuasaan lain.

e.      Memiliki pemerintahan sendiri, lepas dari pemerintahan negara lain.

4.     “Independent candidate” = “calon independent” = calon (dalam pemilu) yang mengajukan dirinya selaku pribadi, tak tergantung pada partai politik tertentu. (Dalam hal ini tak ada terjemahan Bahasa Indonesia yang tepat untuk “independent”, maka kita serap saja menjadi “independen”).

 

III. “Merdeka/Mahardhdhika”

1.     Mahardhdhika (Bahasa Sanskerta)

a.      Kemakmuran melimpah.

b.     Kekuasaan besar.

c.     Sangat makmur dan berkuasa.

d.     Berkualitas luar biasa.

e.      Unggul di atas yang lain-lainnya.

f.       Kesempurnaan total.

g.     Berbudi luhur dan bijaksana.

h.     Memiliki kekuatan spiritual yang mengatasi yang lain-lainnya.

i.        Melimpahkan kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan kepada semua yang berada di bawah naungannya.

j.        Memancarkan kesucian ke semua penjuru dunia.

k.     “Merdeka” dalam arti yang universal, yang dicita-citakan oleh semua bangsa di dunia: “kaya, makmur, sejahtera, berdaulat penuh, bijaksana, suci”.

2.     Sebetulnya tidak ada satu istilah Bahasa Inggris yang bisa mengungkapkan seluruh kekayaan makna “merdeka/mahardhdhika” secara utuh, namun telanjur sudah dipakai istilah “independent”, apa boleh buat!

3.     “Independence” (Bahasa Inggris) = “ke-tak-tergantungan” hanya merupakan pre-kondisi atau syarat yang dituntut dalam perjalanan panjang suatu bangsa untuk mewujudkan “ke-merdeka-an”.

 

IV. “SWA”

1.  “SVA” (Bahasa Sanskerta) = “SWA” (Bahasa Kawi) = diri sendiri; dari diri sendiri: relasi diri.

2. Kebebasan manusiawi =

a. Kebebasan untuk menjadi manusia utuh sesuai dengan tujuan hidupnya yang sejati.

b. Kebebasan untuk menjadi diri sendiri.

c. Kebebasan untuk mewujudkan seluruh potensi diri.

d. Kemampuan untuk mewujudkan cita-citanya yang selaras dengan jalannya seluruh alam semesta, namun tetap memegang kendali diri yang tak tersentuh oleh kekuasaan dari luar dirinya sendiri.

 

V. Berbagai Penjabaran “SWA”

1. “SWA-ADHINATA” =

a. “Independence” = “ke-tak-tergantung-an” secara politik-sosial-ekonomi.

b. Kebebasan/kemampuan untuk bertindak dan mengambil inisiatif sendiri, tanpa tekanan dari pihak lain.

2. “SWA-ADHIN” = “self-dependent” mengandalkan kemampuan diri sendiri sebagai bangsa maupun pribadi dalam mengatur hidupnya sendiri.

3. “SWA-DESH” =

a. Negeri sendiri.

b. Tanah air sendiri.

c. Patriotisme: cinta dan kebanggaan pada tanah air/negeri sendiri.

d. Seorang patriot (pecinta Tanah Air).

4. “SWA-DESHI”:

a. Berhubung dengan negeri sendiri.

b. Berasal dari negeri sendiri.

c. Dibuat/diproduksi di negeri sendiri (bukan impor).

d. Sesama warga dari negeri sendiri.

e. Gerakan untuk menolak barang-barang impor ke India, guna mengembangkan produksi dalam negeri.

5. “SWA-DHARM” = kewajiban diri sendiri (individu) dalam posisinya yang khas sebagai:

a. Anggota kasta/warna tertentu.

b. Pria/wanita yang bertanggung jawab.

c. Anggota komunitas keagamaan.

6.  “SWA-DHARMI” = orang yang:

a. Menjalankan kewajibannya.

b.  Membela agamanya secara fanatik.

7.  “SWA-RAJYA” = “pemerintahan sendiri” (tidak diperintah pihak luar).

8. “SWA-RASTRA” = “negara sendiri”.

9. “SWA-CCHAND” =

a. Mengikuti kemauan sendiri.

b. Tak terkendali oleh pihak lain.

c. “Independent”.

d. Spontan.

e. “Semau gue”, “semau-maunya sendiri”.

10.SWA-ADHINATA DIWAS” = “independence day”

11. “SWA-DHINTA” = “independent”.

12. “SWA-TANTRY” = “independence”.

13. “SWA-TANTRA” =

a. “Independent” (sebagai individu maupun bangsa yang bebas dari ketergantungan pada pihak luar).

b.  “Independent” dalam arti: “lepas, tak terikat pada suatu partai/badan/lembaga/instansi tertentu”.

14. “SWA-RUH” =

a. Bertumbuh sendiri.

b. Bertambah/berlipat ganda dengan sendirinya.

15. “SWA-WASA” = terkendali/ terkontrol dari dalam diri sendiri.

16. “SWA-CCHANDA-MARANA” = mati/wafat/meninggal dunia dengan kemauannya sendiri.

17. “SWA-YASAS” = mencapai kemuliaan/sukses berkat usaha sendiri.

 

Sumber: Koran Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: