Menggagas Imperium Bahasa Indonesia Menuju Kebangkitan Bahasa Bangsa yang Cerdas, Bermutu, dan Berdaya Saing

ABSTRACT
Make an idea about indonesia language empire
goes to involve intelligent, qualify and efficient.
Working paper that will be presentated in indonesia
language congress IX in Jakarta. This work paper will
be discuss about (1) Empire Indonesia language
civilization, (b) Language Yuridity, Nationality
civilization in Indonesia, (2) Language involve, nation
involve will be great from (a) Indonesia language
morality and (b) Efficient of nation language. (3) What
is the part of young man in nation language, Indonesia
Languge. Baca lebih lanjut

Kesantunan Berbahasa Indonesia sebagai Pembentuk Kepribadian Bangsa

1. Pendahuluan
Pada hakikatnya, bahasa yang dimiliki dan digunakan oleh
manusia tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Seandainya ada
bahasa yang sudah mampu mengungkapkan sebagian besar pikiran dan
perasaan lebih dari bahasa yang lain, bukan karena bahasa itu lebih
baik tetapi karena pemilik dan pemakai bahasa sudah mampu menggali
potensi bahasa itu lebih dari yang lain. Jadi yang lebih baik bukan
bahasanya tetapi kemampuan manusianya. Semua bahasa hakikatnya
sama, yaitu sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, ungkapan bahwa
bahasa menunjukkan bangsa tidak dimaksudkan untuk menyatakan
bahwa bahasa satu lebih baik dari bahasa yang lain. Maksud dari
ungkapan itu adalah bahwa ketika seseorang sedang berkomunukasi
dengan bahasanya mampu menggali potensi bahasanya dan mampu
menggunakannya secara baik, benar, dan santun merpakan cermin dari
sifat dan kepribadian pemakainya. Baca lebih lanjut

Jejak Langkah Majalah Sekolah: Ekspresi Semangat Keremajaan

ABSTRACT
School magazine is one of the discourse to guide
and develop the youth potential to produce the reliable
and cultured writers. The identities of the homogenious
readers produce greetings, interjections, superlatives,
negation, conjunction, code mix, the infinite forms to
express intimacy, and familiarity. This causes the use of
the language rules not consistently especially in the
rubrics for readers’ letters, editors, and the rubrics
dealing with youth lives (musics, humours, talk show,
and news). Deviaton decreases in the rubrics of opinion,
article, religious reflection, talk show with the teachers
or head masters. In this way the language use is not
necessary to be worried to disrupt Indonesian language.
The content of the magazine varies from the topics in
the school (various school activities, sports, art, the
profiles of the teachers and students, etc.), in the region
(graffiti, sickness, city master plan, etc.), in the state
(education, natioal exam, illigal logging, national
commemoration, etc.), to those in the world (global
warming, AIDS, etc.)
Key words: content, editor, language, rules, school
magazine, youth. Baca lebih lanjut

Bahasa Indonesia dan Realitas Indonesia

ABSTRACT
This paper explain about the existence of Indonesian
Language in the History of people formed and
Indonesia. Indonesian Language could not be consider
only as union, national, or nation language, but also as
ground instrument of the nation and Indonesia’s formed.
It must be consider by essencially and fundamenttally
roling in producing significant nationality and affair of
state products such as national anthem, the Proclaim of
Independence, constitution, dan other intellectual
constructions. It also could not be positioned as a
language used to communicate but it becomes ground
field from the existence of Indonesia reality. Indonesian
language reality is Indonesian people reality, also on
vice versa. Several important dimension to
understanding Indonesia reality connected with
Indonesian language reality, among others (1) the
relation between Indonesian language with nationalism
construction, (2) the relation of Indonesian language as
principal of identity, (3) Indonesian language and
expression of Indonesia, and (4) how the Indonesian
language positioned as spectacles of contemporary
Indonesian people. Baca lebih lanjut

Bahasa Terancam Punah: Fakta, Sebab-Musabab, Gejala, dan Strategi Perawatannya

1. Pengantar
Sebab utama kepunahan bahasa-bahasa adalah karena para
orang tua tak lagi mengajarkan bahasa ibu kepada anak-anaknya dan
tidak lagi secara aktif menggunakannya di rumah dalam berbagai ranah
komunikasi (Grimes, 2000:17) Sebab yang lainnya adalah, bukan
karena penuturnya berhenti bertutur, melainkan akibat dari pilihan
penggunaan bahasa sebagian besar masyarakat tuturnya (Landweer,
1999:1). Terkait dengan kepunahan bahasa-bahasa di dunia, terutama di
Indonesia, makalah ini akan membentangkan tiga hal penting: (1)
fakta-fakta mengenai kepunahan bahasa, (2) sebab, gejala, dan kategori
kepunahan, serta (3) strategi perawatannya agar bahasa-bahasa
terselamatkan dari kepunahan. Baca lebih lanjut

Media Cetak dan Bahasa Indonesia: Melirik Segmen Media Orang Muda

Contoh 1
• Apa sih yang sering kita lakukan untuk mengisi waktu luang atau
kegiatan yang kita sukai? Misalnya, kita suka membaca,
menggambar, menulis buku harian, dan memasak. Coba deh
mengasah hobi kita itu dengan memperbanyak latihan, seperti
banyak membaca dan menulis puisi. (Kompas, Muda, 17 Oktober
2008) Baca lebih lanjut

Pencerdasan Bangsa Melalui Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Industri Perfilman

PENDAHULUAN
Bahasan ini mengacu pada surat dari Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional:
dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda
serta 60 tahun Pusat Bahasa, tahun 2008 dicanangkan sebagai Tahun Bahasa. Sebagai Puncak
Acara Tahun 2008, diselenggarakan Kongres IX Bahasa Indonesia yang bertaraf internasional, di
Jakarta. Kongres merupakan upaya mengangkat peran bahasa dan sastra dalam membangun
generasi pelapis sebagai insan Indonesia yang cerdas, bermutu dan berdaya saing, baiklokal,
nasional maupun global dalam memasuki tatanan baru 2015. Tema Kongres adalah ”Bahasa
Indonesia Membentuk Insan Indonesia Cerdas Kompetitif di Atas Fondasi Peradaban Bangsa”. Baca lebih lanjut