Jejak Langkah Majalah Sekolah: Ekspresi Semangat Keremajaan

ABSTRACT
School magazine is one of the discourse to guide
and develop the youth potential to produce the reliable
and cultured writers. The identities of the homogenious
readers produce greetings, interjections, superlatives,
negation, conjunction, code mix, the infinite forms to
express intimacy, and familiarity. This causes the use of
the language rules not consistently especially in the
rubrics for readers’ letters, editors, and the rubrics
dealing with youth lives (musics, humours, talk show,
and news). Deviaton decreases in the rubrics of opinion,
article, religious reflection, talk show with the teachers
or head masters. In this way the language use is not
necessary to be worried to disrupt Indonesian language.
The content of the magazine varies from the topics in
the school (various school activities, sports, art, the
profiles of the teachers and students, etc.), in the region
(graffiti, sickness, city master plan, etc.), in the state
(education, natioal exam, illigal logging, national
commemoration, etc.), to those in the world (global
warming, AIDS, etc.)
Key words: content, editor, language, rules, school
magazine, youth. Baca lebih lanjut

Media Cetak dan Bahasa Indonesia: Melirik Segmen Media Orang Muda

Contoh 1
• Apa sih yang sering kita lakukan untuk mengisi waktu luang atau
kegiatan yang kita sukai? Misalnya, kita suka membaca,
menggambar, menulis buku harian, dan memasak. Coba deh
mengasah hobi kita itu dengan memperbanyak latihan, seperti
banyak membaca dan menulis puisi. (Kompas, Muda, 17 Oktober
2008) Baca lebih lanjut

Pencerdasan Bangsa Melalui Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Industri Perfilman

PENDAHULUAN
Bahasan ini mengacu pada surat dari Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional:
dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional dan 80 tahun Sumpah Pemuda
serta 60 tahun Pusat Bahasa, tahun 2008 dicanangkan sebagai Tahun Bahasa. Sebagai Puncak
Acara Tahun 2008, diselenggarakan Kongres IX Bahasa Indonesia yang bertaraf internasional, di
Jakarta. Kongres merupakan upaya mengangkat peran bahasa dan sastra dalam membangun
generasi pelapis sebagai insan Indonesia yang cerdas, bermutu dan berdaya saing, baiklokal,
nasional maupun global dalam memasuki tatanan baru 2015. Tema Kongres adalah ”Bahasa
Indonesia Membentuk Insan Indonesia Cerdas Kompetitif di Atas Fondasi Peradaban Bangsa”. Baca lebih lanjut

Pencerdasan Bangsa Melalui Penggunaan Bahasa Dalam Industri Perfilman dan Persinetronan

Ada pepatah yang mengatakan bahasa menunjukkan bangsa. Peribahasa ini mengandung falsafah yang dalam, bukan sebatas pengertian ‘the language to indicate the nation’, tetapi lebih menukik meliputi sikap (attitude) perilaku (behavior) keanggunan (beauty) dan brain alias kecerdasan. Bila perlu dapat ditambah 1 B lagi yang merujuk pada body, karena ‘bentuk/fisik’ bahasa Indonesia yang semakin berkembang dan mampu mencakup semua disiplin ilmu.. Baca lebih lanjut

Bahasa Indonesia Media Kaum Muda: Tinjauan Sepintas

Peran Media
Bukan hal yang istimewa jika dikatakan media cetak, surat kabar dan majalah, yang
terbit di Tanah Air berkewajiban memasyarakatkan Bahasa Indonesia. Secara yuridis
formal media yang terbit di wilayah nusantara ini mempunyai kewajiban yang menurut
penulis terkait dengan bahasa nasional. Dalam Undang-Undang no 40 tahun 199 tentang
Pers Bab II pasal 3 disebutkan pers nasional memiliki fungsi sebagai media informasi,
pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Di dalam dua fungsi pertama di atas itulah upaya
pemasyarakatan Bahasa Indonesia mendapat tempat. Baca lebih lanjut

Telaah Sarkasme Judul Berita Surat Kabar

ABSTRACT
The purpose of this research was to describe the
sarcasm in newspaper subtitles by politeness principles,
using diction, and politeness theory face threatening act.
The data or titles and subtitles was collected from Bengkulu
Ekspress, Semarak Bengkulu, Kompas, Koran Tempo, dan
Rakyat Merdeka. The result showed that (1) sarcasm was
caused by infraction of politeness principles generally was
caused by infraction of approbation and sympathy maxim;
(2) sarcasm was caused by using diction which has impact
on rudeness and hyperbolic meaning; (3) sarcasm was
caused by infraction of politeness principles and using
diction were also face threatening act, positive and
negative; (4) politeness principles, using diction, and avoid
face threatening act were more effective in communication
than using sarcasm or euphemism. Baca lebih lanjut

Pemakaian Register Metafisika di Media Massa: Pencerdasan atau Pembodohan?

ABSTRACT
There are many cases on metaphysics “smells”
emerge in our social environment. It could be found out
from the very splendid information on something
“mystical”, metaphysics, which means something
behind the physical. It was based on the folks believes
(Javanese, for instance) about the living spirit like
memedi, lelembut, tuyul, dhemit, and dhanyang
(Javanese kinds of ghost). Besides, a few of Javanese
also believe in oracle that one’s destiny is influenced by
weton (days of Javanese calendar) or birthday. It is,
however, beneficial for those who irresponsible and
believed to take advantages from. Baca lebih lanjut